Artikel

PropertiMakmur.id

Vertical Garden

VERTICAL GARDEN
Vertical garden, taman vertical, taman dinding, outdoor vertical garden, indoor vertical garden
propertimakmur.id 26/07/2019, 21.00 WIB

Penulis: Kunanti Windu Palupi I Editor : Tim Properti Makmur

 

Malang, Propertimakmur.id- Salam. Halo kawan-kawan PropertiMakmur.id yang mbois, sehat wal afiyat bukan? Hehee. Adakah kawan-kawan disini yang ingin memiliki taman di rumahnya namun memiliki lahan yang terbatas? Keterbatasan lahan memang seringkali menjadi problematika untuk masyarakat yang ingin bercocok tanam namun memiliki lahan yang sempit. Namun permasalahan tersebut bida diatasi dengan penggunaan vertical garden sebagai media tanam untuk rumah/ruang yang memiliki lahan sempit. Vertical garden merupakan salah satu konsep menanam tanaman dengan menyusunnya pada suatu dinding atau panel yang berdiri tegak sehingga tanaman tidak tumbuh mendatar sebagaimana tanaman yang ditanam pada umumnya. Hal inilah yang membuat vertical garden sering juga disebut dengan model taman dinding. Di Indonesia, vertical garden  juga sering disebut dengan taman dinding, green wall, vertical landscape, living wall, dan lain sebagainya.

Selain menjawab permasalahan atas adanya keterbatasan lahan, tujuan lain dari pemanfaatan vertical garden yaitu dapat dijadikan sebagai sarana ruang hijau yang memiliki banyak fungsi dan kegunaan, seperti misalnya menjadi penahan panas matahari, mengurangi polusi udara, meningkatkan suplai oksigen, dan lain sebagainya.

Berdasarkan media tanam yang digunakan, terdapat dua jenis sistem pembuatan vertical garden yaitu:

1. Green façade

Green façade merupakan dinding yang ditumbuhi tanaman merambat yang langsung tumbuh di dinding. Sehingga tidak perlu media tambahan dalam pembuatannya.

Vertical Garden Dinding

Sumber: http://buildipedia.com/aec-pros/design-news/patrick-blancs-vertical-garden-in-madrid

2. Living Wall 

Living Wall merupakan dinding yang diberi media tanam untuk tumbuh tanaman. Biasanya terdiri dari rangka (frame), panel tanaman, sistem irigasi atau penyiraman dan pemupukan, media tanam dan tanaman itu sendiri.

Desain Vertical Garden

https://previews.123rf.com/images/yukontorn/yukontorn1403/yukontorn140300003/27585630-outdoor-vertical-garden.jpg

KELEBIHAN VERTICAL GARDEN

1. Menghemat penggunaan lahan.

Sistem vertical garden tentunya sangat efisien untuk digunakan dalam budidaya serta teknik ini memberikan solusi untuk memanfaatkan dinding atau bangunan yang sudah tidak layak pakai.. Selain itu dengan menanam tanaman secara vertical garden maka siapa saja bisa melakukannya meskipun tidak memiliki lahan atau halaman rumah yang luas. Sehingga keterbatasan lahan bukan lagi menjadi alasan untuk tidak memiliki taman.

2. Mengurangi polusi udara.

Tanaman dapat digunakan sebagai media yang mampu menyerap karbondioksida dan zat-zat polutan lain serta dapat mengubah karbondioksida menjadi oksigen yang sangat berguna bagi manusia. Sehingga hal tersebut dapat membantu mengurangi tingkat polusi, utamanya di daerah perkotaan yang memiliki tingkat polusi udara tinggi namun kekurangan ruang terbuka hijau. Saat ini tentunya kita bisa menjumpai sistem vertical garden yang ditanam pada dinding dekat jalan raya, dinding fly over jalan tol maupun pada papan reklame yang sengaja ditanami tanaman hias.

3. Manambah nilai estetika suatu ruangan.

Vertical garden yang ditanam dalam ruangan maupun dihalaman rumah bisa menambah kecantikan rumah tersebut. Rumah yang memiliki taman vertikal akan terlihat lebih asri dan menawan tentunya jika ditata dengan baik dan menggunakan jenis tanaman yang tepat.

4. Bisa dipindah-pindah.

Pembuatan vertical garden dengan sistem living wall (portable) akan mempermudah pengguna untuk memindahkan vertical garden yang ia miliki.

 

KEKURANGAN VERTICAL GARDEN

1. Lebih cepat kering.

Karena taman vertikal biasanya diletakkan diluar ruangan dan disisi jalan raya maka tanaman akan cepat kering dan tanah juga akan lebih cepat kehilangan air serta kelembabannya. Oleh sebab itu, biasanya pada perangkat taman vertikal dilengkapi pompa penyiram air otomatis, jika tidak maka sebaiknya jangan lupa menyiramnya secara rutin dua kali sehari. Selain itu warna container atau wadah tanam yang digunakan dalam vertical garden juga akan mempengaruhi suhunya. Hindari menggunakan warna hitam atau abu-abu jika vertical garden diletakkan yang terkena sinar matahari langsung.

2. Biaya yang mahal

Biaya yang digunakan untuk membuat taman vertikal lebih mahal dibandingkan menanam tanaman dengan cara konvensional. Hal ini dikarenakan vertical garden membutuhkan perangkat tertentu, pembangunan dan pembentukan struktur dinding yang sesuai dan perlakuan khusus saat sistem dibangun.

3. Bisa terlihat kacau.

Jika tidak disusun dengan baik dan tidak menggunakan tanaman yang tepat justru akan membuat vertical garden nampak rusuh dan tidak cantik. Oleh sebab itu pilih dan letakkan jenis tanaman yang sesuai dalam taman vertikal.

Selamat berkreasi, salam satu bangsa dan pastinya NKRI harga mati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Compare

WhatsApp chat