Artikel

PropertiMakmur.id

Bisnis Properti Malang Makin Menjanjikan

PropertiMakmur.id – Penambahan infrastruktur dan masuknya mahasiswa tidak kurang 40-50 ribu mahasiswa baru setiap tahun ke Malang Raya.  Inilah kota terbesar kedua di Provinsi Jawa Timur, setelah Surabaya. Udaranya yang sejuk membuat Malang cocok untuk tempat tinggal. Di tambah lagi banyak perguruan tinggi besar yang mengundang mahasiswa dari luar untuk kuliah di Malang.

Perkembangan propertu di Malang makin agresif, baik di Kota Malang maupun di Kabupaten Malang. Seperti ke wilayah barat Kota Malang di Kecamatan Karangploso dan ke daerah Kecamatan Singosari di sebelah utara Kota Malang. Termasuk juga ke wilayah Malang Timur. Sementara dalam Kota Malang mulai nampak pengembangan apartemen. Adapun pengembangan rumah tapak masih terlihat pada lahan existing dari perumahan yang sudah ada.

Berkembang pesatnya properti di Malang Raya juga tidak lepas dari pembenahan dan pembangunan infrastruktur, baik dalam kota, maupun dari dan menuju Malang. Bahkan Pemerintahan Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang akan berkolaborasi untuk mengembangkan infrastruktur bersama. Salah satunya adalah pemanfaatan Bandara Abdul Rachman Saleh yang nantinya akan menjadi ikon wisata di tiga daerah tersebut. Selain itu, ruas jalan dalam kota di tiga wilayah tersebut juga terus dibenahi, baik dengan pelebaran, perbaikan, hingga perubahan status jalan yang ada.

Tidak hanya itu, infrastruktur jalan tol pun terus dibangun. Di antaranya, Jalan Tol Pandaan-Malang yang ditargetkan akan selesai pada tahun ini. Keberadaan jalan tol ini dinilai semakin meningkatkan pamor properti di Malang Raya. Bahkan diprediksi akan tumbuh mencapai 20 persen lebih, begitu jalan tol ini beroperasi. Pasalnya, akan memangkas waktu signifikan jika melalui jalan tol tersebut.

Seperti jarak tempuh Surabaya-Malang yang biasanya hingga tiga jam, bahkan saat week end bisa mencapai enam jam. Nantinya exit tol akan ada di beberapa titik, seperti Karanglo dan Ampeldento Kabupaten Malang, serta exit terakhir di wilayah Madyopuro yang berdekatan dengan Velodrome di Kecamatan Kedungkandang, Malang Timur.

Selain itu, Pemerintah Kota Malang pun berencana membangun Jalan Lingkar timur (JLT) dan Jalan Lingkar Barat (JLB). Termasuk jalan layang Kedungkandang yang juga merupakan akses jalan pendukung tol karena tersambung dengan Jalan Kiageng Gribik. Sedangkan di Kabupaten Malang, akan dibangun jembatan layang di sepanjang jalur Lawang-Singosari. Jembatan mulai dari Lawang hingga pertigaan Karanglo itu nantinya akan memperlancar jalur ke berbagai tujuan, mulai dari Surabaya-Malang, Surabaya-Batu lewat Karangploso atau sebaliknya.

Beberapa waktu lalu portal properti Lamudi merilis lima kota teratas yang paling banyak diincar pemburu tanah. Malang berada di posisi keempat, bahkan berada di atas Surabaya. Sepanjang Januari lalu ada sebanyak 1.393 orang yang berminat untuk membeli tanah di Malang. Adapun rata-rata harga tanah di Malang berkisar sekitar Rp1.851,852 per meter persegi. Sedangkan harga rumah di Malang rata-rata dijual dengan sekitar Rp7.575.758 per meter persegi. Harga tersebut tentunya merata di seluruh wilayah Malang Raya. Namun jika dipetakan maka beberapa daerah telah mengalami lonjakan yang cukup tinggi, terutama yang berada di sekitar poros jalan utama. LW MP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Compare

WhatsApp chat