Artikel

PropertiMakmur.id

Tips Desain Rumah Konsep Eco-House

TIPS DESAIN RUMAH KONSEP ECO-HOUSE
Interior, rumah minimalis, design, design rumah, rumah eco-house
Propertimakmur.id 21/11/2019, 14.16 WIB

Penulis : Laili Wulansari I Editor : Tim Properti Makmur

Malang, Propertimakmur.id Salam. Halo kawan-kawan PropertiMakmur.id, siapa disini yang mengeluh atas pengeluaran yang terus membengkak? Yang mengeluh bayar listrik mahal? Yuk simak tips-tips membuat rumah dengan konsep Eco-house yang bisa menghemat penggunaan air dan listrik loh.

Rumah ramah lingkungan merupakan suatu konsep rumah untuk menjaga lingkungan hidup, seperti menghemat penggunaan listrik dan air. Konsep eco-house atau rumah ramah lingkungan dapat memberi dampak positif untuk lingkungan dan keluarga. Selain itu, penerapan nyata dari konsep ramah lingkungan ke dalam kehidupan sehari-hari. Tidak melulu mengenai segala sesuatu yang hijau, ramah lingkungan juga terkait dengan energi dan penggunaannya. Karena itu, pemakaian energi, seperti listrik dan air berperan penting untuk mewujudkan konsep ini.

Metode dari rumah ini adalah membuat rumah yang dapat menyimpan energi untuk membuat lingkungan lebih asri. Dengan kondisi lingkungan sekarang, para arsitek profesional pun menerapkan desain eco-house karena hal tersebut adalah tanggung jawab mereka, dimana mereka harus membangun rumah yang tidak merusak lingkungan. Penggunaan material yang baik untuk lingkungan akan menghemat biaya pengeluaran. Eco-house juga membuat rumah lebih nyaman dengan desain yang tetap memperhitungkan estetikanya. Berikut adalah cara mendesain rumah yang ramah lingkungan (eco-house):

1. Lokasi dan Keadaan Site
Ketika akan membeli sebuah tanah untuk membangun rumah, kamu perlu melihat keadaan sekitar lokasi yang sudah dipilih. Perhatikan bentuk lahan sehingga sudah terbayang orientasi bangunan nantinya. Pertimbangkan pula akses menuju rumah seperti transportasi umum dan jarak rumah ke area umum lainnya seperti pasar atau fasilitas umumnya.

2. Orientasi bangunan
Setelah memilih lokasi, rumah tentunya harus memiliki orientasi bangunan. Iklim di lokasi juga akan mempengaruhi bentuk bangunan seperti misalnya tempat dengan iklim yang panas memerlukan bukaan jendela yang besar di sisi utara bangunan. Lalu pada bagian selatan didesain jendela yang lebih kecil beserta dengan shadingnya seperti kanopi atau tritisan untuk menghindari masuknya sinar matahari langsung ke rumah. Sedangkan untuk iklim yang lebih dingin diterapkan desain yang berkebalikan dari iklim panas. Dengan memahami orientasi rumah maka akan membuat rumah menjadi lebih nyaman.

3. Penggunaan material
Material menjadi salah satu pokok utama dalam mendesain eco-house. Pasalnya banyak yang dapat dilakukan dengan memilih material yang tepat untuk rumah. Pilihlah material yang berbahan alami seperti semen, batu bata, bambu, kayu, keramik, baja, dan sebagainya. Mendaur ulang material lama ataupun yang sudah tidak terpakai bisa menjadi salah satu mempermudah untuk mendekor rumah.

 

 
4. Ruangan dalam rumah
Fungsi ruang tentunya akan mempengaruhi desain di dalam rumah. Hal ini akan menentukan ruangan mana yang lebih banyak membutuhkan pencahayaan dan sirkulasi udara alami. Sehingga ruangan dapat dimanfaatkan dengan baik.

5. Bukaan jendela
Rangka jendela dapat dibuat dari kayu ataupun aluminium. Ukuran jendela menyesuaikan massa dinding bangunan dan lantai yang menerima pencahayaan langsung dan tidak langsung. Tambahkan kanopi dan shading di area bukaan jendela untuk menghindari panas yang berlebihan. Tentukan juga arah angin pada rumah dan tambahkan ventilasi udara agar udara sejuk dapat masuk sedangkan udara panas dapat keluar.

Rumah dengan konsep eco-house dapat dijadikan sebagai salah satu referensi hunian Anda. Selamat berkreasi, salam satu bangsa dan pastinya NKRI harga mati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Compare

WhatsApp chat