Artikel

PropertiMakmur.id

Macam-Macam Pondasi Bangunan

Macam-Macam Pondasi Bangunan
Pondasi, pondasi rumah, pondasi bangunan, pondasi kuat, jenis pondasi
Propertimakmur.id 11/18/2019, 19.00 WIB

Penulis : Mukhamad Nur Arifin I Editor : Tim Properti Makmur

 

Malang, propertimakmur.id – Salam. Halo kawan-kawan Propertimakmur.id yang mbois. Sehat wal afiyat bukan? Hehee. Dalam membangun bangunan pastinya memerlukan dasaran/pondasi yang kuat apalagi untuk gedung-gedung pencakar langit tentunya memperlukan dasaran/pondasi yang sangat kuat. Bisa diartikan kunci kekuatan bangunan ada di pondasi. Kali ini tim Properti Makmur memaparkan beberapa macam pondasi sebuah bangunan.

Merujuk ke Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pondasi adalah dasar bangunan yang kuat, biasanya (terdapat) di bawah permukaan tanah tempat bangunan itu didirikan; fundamen. Sedangkan definisi lain dari Pondasi yaitu komponen/struktur paling bawah dari sebuah bangunan, meski tidak terlihat secara langsung saat bangunan sudah selesai, namun secara fungsi, struktur, keberadaan pondasi tidak boleh diabaikan. Perlu perencanaan yang matang, karena salah satu faktor yang mempengaruhi keawetan atau keamanan bangunan adalah pondasi.
Dalam menentukan jenis, ukuran, dan konstruksi pondasi harus memperhatikan jenis bangunan, beban bangunan, kondisi tanah, dan faktor-faktor lain yang berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung. Karena fungsi pondasi adalah sebagai perantara untuk meneruskan beban struktur yang ada di atas muka tanah pendukung bangunan tersebut. Berikut merupakan jenis-jenis pondasi:

1. PONDASI DANGKAL
Dikatakan pondasi dangkal karena kedalaman pondasi dibangun relatif dangkal, hanya beberapa meter masuknya ke dalam tanah. Salah satu tipe yang sering digunakan ialah pondasi menerus yang biasa diaplikasikan pada rumah-rumah, dibuat dari beton atau pasangan batu meneruskan beban dari dinding dan kolom bangunan ke tanah keras. Adapun beberapa jenis pondasi dangkal diantaranya:

a. Pondasi Umpak
Biasanya jenis pondasi ini digunakan pada rumah adat, rumah kayu, atau rumah tradisional jaman dulu.

b. Pondasi Batu Bata Rollag
Jenis pondasi ini dibuat dengan bahan dasar batu bata. Dalam pemasangannya disusun sedemikian rupa sehingga dapat menahan berat bangunan yang ada di atasnya dan meneruskannya ke tanah. Pada awalnya pondasi rollag bata merupakan pondasi yang diaplikasikan untuk menopang berat beban pada bangunan. Namun, pada saat ini pondasi rollag bata telah lama ditinggalkan. Selain mahal, pemasangannya pun membutuhkan waktu yang lama serta tidak memiliki kekuatan yang bisa diandalkan. Akan tetapi, pondasi ini tetap digunakan untuk menahan beban ringan, misalnya pada teras.

c. Pondasi Batu Kali
Sesuai dengan namanya, pondasi ini memiliki bahan dasar batu kali. Pondasi batu kali sering kita temui pada bangunan-bangunan rumah tinggal. Pondasi ini masih digunakan, karena selain kuat, pondasi ini pun masih termasuk murah.
Bentuknya yang trapesium dengan ukuran tinggi 60 – 80 cm, lebar pondasi bawah 60 – 80 cm dan lebar pondasi atas 25 – 30 cm. Bahan lain yang murah sebagai alternatif pengganti pondasi batu kali adalah memanfaatkan bongkaran bekas pondasi tiang pancang (Bore Pile) atau beton bongkaran jalan. Bekas bongkaran tersebut cukup kuat digunakan untuk pondasi, sebab mutu beton yang digunakan ialah K-250 s/d K-300. Permukaannya yang tajam dan kasar mampu mengikat adukan semen dan pasir. Bila dibandingkan dengan pondasi rollag bata, tentu bongkaran bekas beton jauh lebih kuat. Ukurannya rata – rata 30 x 30 cm.

d. Pondasi Bor Mini (Strauss Pile)
Pondasi bor mini atau strauss pile ini digunakan pada kondisi tanah yang jelek, seperti bekas empang atau rawa yang lapisan tanah kerasnya berada jauh dari permukaan tanah. Pondasi ini bisa digunakan untuk rumah tinggal sederhana atau bangunan dua lantai. Adapun kedalamannya 2 – 5 meter.
Ukuran diameter pondasi mulai dari 20, 30 dan 40 cm. Pengerjaannya dapat dilakukan dengan mesin bor atau secara manual. Di atas pondasi bor mini ada blok beton (pile cap). Pile cap ini merupakan media untuk mengikat kolom dengan sloof.

2. PONDASI DALAM
a. Pondasi tiang pancang (driven pile)
Tiang pancang pada dasarnya sama dengan bore pile, hanya saja yang membedakan bahan dasarnya. Tiang pancang menggunakan beton jadi yang langsung ditancapkan langsung ke tanah dengan menggunakan mesin pemancang. Karena ujung tiang pancang lancip menyerupai paku, oleh karena itu tiang pancang tidak memerlukan proses pengeboran.

b. Pondasi tiang bor (bored pile)
Pondasi tiang bor (bored pile) adalah pondasi yang kedalamannya lebih dari 2 meter. Digunakan untuk pondasi bangunan – bangunan tinggi. Sebelum memasang bore pile, permukaan tanah dibor terlebih dahulu dengan menggunakan mesin bor. Hingga menemukan daya dukung tanah yang sangat kuat untuk menopang pondasi. Setelah itu tulang besi dimasukkan ke dalam permukaaan tanah yang telah dibor, kemudian dicor dengan beton. Pondasi ini berdiameter 20 cm keatas. Dan biasanya pondasi ini terdiri dari 2 atau lebih yang diatasnya terdapat pile cap.
Daya dukung pondasi merupakan kombinasi dari kekuatan gesekan tanah terhadap pondasi (tergantung pada jenis tanah, massa jenisnya, nilai kohesi adhesinya, kedalamannya, dsb), kekuatan tanah dimana ujung pondasi itu berdiri, dan juga pada bahan pondasi itu sendiri. Dalamnya tanah serta perubahan-perubahan yang terjadi di dalamnya amatlah sulit dipastikan, oleh karena itu para ahli geoteknik membatasi beban yang bekerja biasanya hanya sepertiga dari kekuatan desainnya.

c. Pondasi Sumuran (Untuk Bangunan Bertingkat)
Pondasi sumuran memiliki fungsi sama dengan pondasi footplat. Pondasi sumuran merupakan pondasi yang berupa campuran agregat kasar yang dimasukan kedalam lubang yang berbentuk seperti sumur dengan besi-besi didalamnya. Pondasi ini biasanya digunakan pada tanah yang labil dan memiliki sigma 1,5 KG/CM2. Pondasi sumuran juga dapat di gunakan untuk bangunan berlantai banyak seperti medium rise yang terdiri dari 3-4 lantai dengan syarat keadaan tanah relatif keras.

d. Pondasi Tapak Atau Ceker Ayam (Untuk Bangunan Bertingkat 2-3 Lantai)
Pondasi tapak merupakan pondasi yang banyak di gunakan oleh masyarakat Indonesia ketika mendirikan sebuah bangunan. Terutama bangunan bertingkat serta bangunan yang berdiri di atas tanah lembek. Pondasi tapak ditemukan oleh Prof. Ir. Sediyatmo T.Sb (Alm) yang kemudian dikembangkan oleh Prof. Ir. Bambang Suhendro, Dr. Harry Christady dan Ir. Maryadi Darmokumoro, yang dikenal dengan sistem cakar ayam modifikasi (CAM).

Pada dasarnya pondasi merupakan kontruksi terpenting di suatu bangunan karena sifatnya yang seperti akar pohon bilamana akarnya tidak kuat menyangga beban yang berat sangat mungkin resiko untuk roboh. Artikel ini dapat dijadikan referensi bagi kawan-kawan PropertiMakmur.id dalam memilih jenis pondasi yang sesuai dengan kebutuhan. Salam satu bangsa dan pastinya NKRI harga mati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Compare

WhatsApp chat